Pages

Tampilkan postingan dengan label tulisan saya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tulisan saya. Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 Mei 2010

SUPER WOMEN

  Bercerita tentang wanita wanita hebat, wanita wanita super, wanita wanita yang pemberani, wanita wanita yang tangguh, wanita yang keras dalam menjalani kehidupannya, adakah anda salah satu SUPER WOMEN itu?!

  Di salah satu sudut pasar tradisional, seorang nenek menata dagangannya yang berupa bermacam-macam sayuran ada kentang, buncis, kacang panjang, cabe rawit, dan berbagai bumbu dapur dari mulai jahe, daun salam, daun jeruk, sampai bumbu yang berupa biji bijian pun tersedia dengan lengkap. Begitulah keseharian nenek penjual sayur sayuran tersebut. Tak lelah dia menjalani rutinitas kesehariannya, bahkan setiap pembeli yang datang ke tempatnya dilayani dengan ramah dan senyum khas miliknya. Membayangkan usianya, seharusnya dia tlah dirumah menimang cucu. Ahh...terharu saya mengenang kejadian ini.

  Ditempat lain, seorang penjual bakso angkringan. Yang penjualnya adalah seorang ibu ibu, dia pun melayani pembeli dengan sepenuh hati. Pembeli yang datang ditanya terlebih dahulu, si ibu pun melayani dengan sabar. Sambil bertanya bakso berapaan yang akan dibeli, apa yang 2 ribuan, 3 ribuan, atau bakso yang 4 ribuan. Maklum, harga bakso di kampung memang bervariasi kawan. Murah harganya, tapi rasanya pun tak mengecewakan.
Seingat saya, saya sudah berlangganan dengan ibu penjual bakso ini sejak saya SMP. Pelayanan yang sabar, murah harganya, dan tak membedakan pembeli yang datang ke tempatnya, ibu penjual bakso pun melayani pembeli dengan sabar.

  Di sudut tempat yang lain, seorang ibu penjual nasi bungkusan. Ketika ada pembeli datang ke warung sederhana nya dia pun melayani dengan sabar para pembeli yang datang ke warungnya. Tak jarang, ketika ada anak kecil yang dibawa para pembeli langganannya, entah makanan berupa apapun selalu diberikan secara rata kepada anak anak tersebut. Kepada para langganan di warung nasi nya pun, ibu ini pun berlaku sama. Tak ada perbedaan kepada mereka. Sampai sampai banyak orang yang berkata, si ibu ini terlalu ''AWEHAN/LOMAN'' (ini bahasa jawa,kalau dalam bahasa Indonesia artinya suka memberi sesuatu kepada orang lain). Bahkan, ketika dagangan nya masih ada yang tersisa. Tak ragu ragu si ibu ini memberikan kepada yang kekurangan, entah kepada tetangganya ataupun kepada yang lain.

  Merekalah para SUPER WOMEN itu, merekalah para ibu ibu yang hebat yang tak gampang menyerah,dengan berbuat kebaikan kepada orang lain, entah dengan senyuman dari nenek penjual sayur, layanan yang ramah dari ibu penjual bakso, bahkan dari ibu penjual nasi yang ''awehan'' kepada oranglain, dari yang sedikit itulah yang mungkin tak mereka sadari. Entah suatu saat, pasti akan mendapat ganti yang indah atau balasan dari Dzat Pemberi Rezeki yaitu Allah Subhanahu waa'taalaa...

SALUT KEPADA PARA IBU IBU TERSEBUT

Adakah SUPER WOMEN lain yang bisa anda ceritakan disini?!







*dalam ingatan dengan kampung halaman yang penuh dengan orang orang hebat dan tangguh dalam menjalani kehidupannya*







-Diamond Hill, 151009-

Kamis, 29 April 2010

Pendidikan Di Tanah Air Semakin Mahal Saja Harganya

Ratna Lukitasari namanya, usianya baru menginjak 15 tahun. Setelah beberapa bulan lalu lulus dari SMP, diapun tak melanjutkan sekolah lagi. Putus sekolah...
Dan BIAYA adalah sebab dia tak melanjutkan sekolah lagi. Sungguh, trenyuh saya mendengar alasan dari kedua orangtuanya beberapa waktu yang lalu. Bapak & ibunya mengemukakan alasan lain bahwa hasil panen tahun inipun tak seberapa hasilnya, harga pupuk dan obat-obat tanaman melambung tinggi, sedang harga hasil panen pun tak berbanding dengan hasil keringat yang mereka curahkan. Dan lagi lagi karena BIAYA yang tak ada, maka anaknya pun tak dapat melanjutkan ke SMA dikota Ponorogo.

Ketika mudik lebaran pada Idul Fitri lalu, saya menyempatkan berkunjung ke keluarga dari pihak bapak dan ibu saya. Termasuk ke rumah Ratna ini, ketika saya datang ke rumah sederhana orangtuanya yang memakan waktu 30 menit naik sepeda motor, saya pun agak lupa-lupa ingat dengan rumahnya. Karena beberapa tahun tak pulang ke Indonesia saya benar benar kaget dengan perubahan di daerah saya. Banyak sudah jalan jalan desa sudah di aspal, perempatan jalan dimana-mana juga telah diberi lampu merah. Ah...pangling saya dengan kemajuan kota kelahiran saya ini.

Sesampai di rumahnya pun, ada seorang tetangga Ratna yang juga sama-sama tak melanjutkan sekolah lagi. Saya prihatin dengan keadaan mereka, sebagai saudara tak banyak yang bisa saya lakukan untuk mereka. Hanya semangat untuk tak pantang menyerah yang slalu saya berikan kepada mereka adik-adik saya tersebut.

''Nduk,kalau kamu tak sekolah. Terus apa kegiatanmu selama dirumah beberapa bulan ini?''

''Pengangguran mbak, terkadang membantu bapak ibu di sawah.terkadang membantu Embah (nenek) jualan gorengan dipasar.''

Anak seusia mereka sudah dapat merasakan bagaimana susahnya mencari duit, dan saya pun menjelaskan sesuatu kepada Ratna ini.

''Nduk,kalau kamu tak ada kegiatan lain. Jika kamu mampir ke rumah Embah mu, ada waktu mampirlah ke rumah Budhe(panggilan Ratna kepada ibu saya). Ada banyak berbagai macam buku yang saya punyai yang bisa kamu baca. Kalau bisa pun bawalah buku-buku tersebut pulang ke rumah ini''

''Tapi mbak, saya pun tak bisa kemana-mana kalau tidak sama ibu saya. Insyaallah saya usahakan ya mbak'' berbinar mata dia ketika mengutarakan hal ini pada saya.

''Oh iya mbak. Kalau umur saya sudah cukup. Saya mau masuk ke penampungan PJTKI, saya mau bekerja ke luar negeri seperti embak ini. Saya pengen mandiri mbak''

Deggggg...

Kaget saya dengan kalimat dari Ratna barusan, sungguh tak tega saya mendengar kalimat-kalimat yang diutarakannya.

Menjadi buruh migran di luar negeri tak mudah Nduk, banyak hal yang harus engkau siapkan. Kamu harus siap mental dan fisik, juga pengalaman kerja yang harus engkau punyai. Menjadi buruh pun bukan pilihan terakhirmu kan?? Sungguh janganlah engkau mengikuti jejak embakmu ini bekerja di negeri seberang.

Tapi, itu semua adalah hakmu Nduk. Karena PUTUS SEKOLAH pun engkau memilih mau mengikuti jejak jejak saudaramu ini mengais rezeki di negeri yang jauh.

Sungguh, apa yang harus saya lakukan untuk membantumu Nduk?!



Selasa, 27 April 2010

Kawan Saya Bilang, Cemburu Itu Tandanya Sayang

Kawan, pernahkah kalian merasakan cemburu?! cemburu pada sesuatu hal yang bikin kita jadi iri,bikin kita slalu memikirkan si cemburu yang bertambah hebat dampaknya pada diri kita?!.


Dulu saat saya masih anak anak[lah sekarang mah juga masih anak anak:-)] saya pernah merasakan cemburu yang hebat pada saudara saudara saya, ketika mereka [kakak dan adik saya laki2 semua] mendapatkan pemberian yang berbeda dari saya,wah saya cemburu berat sama mereka. Lha jelas iya lah, wong mereka dibelikan mainan mobil mobilan trus saya ndak dibelikan jadi jelas sekali cemburu itu melanda saya. Hahaha...itu mah jaman baheula ya, sekarang Alhamdulillah rasa cemburu itu sudah hilang seiring saya dan saudara saya yang saling berjauhan,kakak saya mukim di Surabaya sedang adik saya mukim di Madiun.

Nah,seorang kawan saya disini pernah berkata ''Cemburu itu tandanya sayang loh''. Dia khan udah berkeluarga gitu,trus udah punya anak juga, ketika kawan saya ini telepon ke hape suaminya. Kok ya pas banget,mungkin jaringan di Indonesia lagi sibuk atau mungkin hape suaminya lagi di charge gitu loh. Kawan saya ini langsung curhat ke saya
''De...saya telepon rumah berkali kali kok ndak isa ya,ada apa gerangan dengan suami saya. jangan jangan....''

Si embak ini ndak melanjutkan pembicaraannya lg,trus besoknya dia telepon rumah eh kok ya langsung nyambung gitu. Yah si embak langsung tanya macam macam sama misuanya.
''Pak,kemaren ditelepon kemana toh ya.apa bapak sekarang sudah mau melupakan saya?!''

Suaminya si embak langsung jawab, ''Haduh...si ibu ini,cemburu nya sudah kelewatan ya...hehehe. Saya kemaren ke rumah pakdhe Jono,trus hapenya saya tinggal dirumah dan saya charge gitu loh bu. Hihi...ibu cemburu berarti tandanya sayang loh bu''

Kawan, akhirnya si embak ini sudah bisa tersenyum lagi dan sekarang rasa cemburunya sudah pergi jauh. Memang, keadaan si embak dan suaminya yang berjauhan menimbulkan banyak kecurigaan kecurigaan ya,dan dari rasa curiga ini dampaknya adalah hadirnya rasa cemburu.

Jadi,bagi kawan sekalian yang sedang berjauhan jarak dengan keluarga[suami+anak+keluarga], usahakan komunikasi yang lancar dengan mereka. Karena hanya inilah senjata yang paling ampuh, dan tidak lupa berdo'a memohon kepada-Nya semoga keluarga kita selalu berada dalam naungan-Nya...